Perkumpulan seni Yogyakarta

Wanita Ngunandhika, yang artinya Perempuan Berbicara. Maksudnya adalah, dalam kiprahnya lewat kesenian perempuan ini mampu menyuarakan segala keinginan dan pandangan wanita terhadap fenomena kehidupan lebih luas. Berharap agar suara dan pandangan perempuan didengar dan diapresiasi oleh khalayak umum seluas samudra, agar bisa menjadi manfaat bagi semua penghuni bumi yang beratap langit.


Profil

Wanita Ngunandhika berarti wanita berbicara yang bermakna bahwa teater ini akan menempatkan wanita sebagai pelaku utama dengan dunia wanita sebagai topik pembahasannya

Teater Wanita Ngunandhika (TeaterWN) lahir di Yogyakarta pada tanggal 24 Oktober 2012. Wanita Ngunandhika berarti wanita berbicara yang bermakna bahwa teater ini akan menempatkan wanita sebagai pelaku utama dengan dunia wanita sebagai topik pembahasannya. Nama Wanita Ngunandhika sendiri tercetus dari seorang seniman teater asal Yogyakarta. Pemberian nama tersebut diilhami dari rencana pementasan perdana Teater WN yang pada saat itu berupa pementasan monolog yang diperankan oleh tujuh wanita pecinta teater berjudul “Kolase dan 7 Jendela Kaca”. Teater WN didirikan oleh Yeni Rumiyaningtyas (Ketua), Gati Andoko dan Novika Romida Lubis (Almarhumah).

Sejarah

Yeni Rumiyaningtyas, setelah 15 tahun vakum pada semua kegiatan dan hal-hal yang berbau Seni karena harus keliling Nusantara mengikuti tugas suami dan menjalani profesi termulia seorang wanita sebagai ibu rumah tangga dengan 3 orang anak. 2 perempuan dan 1 anak laki-laki yang mulai bisa belajar hidup mandiri akhirnya sepakat memutuskan pulang ke kota Jogja istimewa meski hanya dengan anak-anak saja. Sementara suami tetap tinggal di Jakarta karena bekerja. Sambil menjaga dan mendampingi sekolah mereka yang baru lulus SD dan SMP di kota pelajar waktu itu, Yeni pun perlahan menggali passion yang sementara ini telah lama terkubur. Satu per satu dihubungi sahabat lama yang sekiranya masih memiliki semangat berkesenian, visi dan misi yang sama dalam berteater khususnya.Gati Andoko, yang sempat telpun-telpunan saat Yeni masih berada di Jakarta, menjadi teman satu-satunya dalam berkomunikasi untuk bisa merealisasikan terwujudnya sebuah kelompok Teater unik di Jogja. Menggandeng Oki (Novika Romida Lubis), teman seangkatan saat kuliah di FIB Antropologi UGM, Gati yang masih guru Teater Gajah Mada menyampaikan usul Oki yang ingin sekali main Monolog. Meski sekali saja sebagai pengalaman hidupnya selama berteater yang belum pernah monolog.Bak gayung bersambut Yeni pun bergerak untuk rencana pementasan monolog tersebut dengan beberapa kisah yang dimainkan beberapa sedulur teater yang semuanya perempuan sebaya berusia diatas 40 tahun. Jadi selain Yeni, Oki, Labibah Zain sebagai penulis naskah cerpen yang akan dimonologkan, Nuri Isnaini, Ina Sita, Dyah Puspita dan Rina Nikandaru dengan total 7 aktris 7 kisah.Karenanya pentas perdana tersebut diberi judul, “Kolase dan 7 Jendela Kaca”. Sedangkan proses yang sejak 24 Oktober 2012 dimulai kegiatan persiapan pementasan tersebut sepakat menyetujui nama yang diusulkan Jujuk Prabowo yang juga bergabung sebagai Sutradaranya menjadi “Teater Wanita Ngunandhika” sebagai nama kelompok teater ini.Adapun Teater, sebagai jenis kegiatan dalam berkesenian ini pastinya akan mencakup banyak hal yang akan ditekuni anggotanya. Baik keaktoran, musik, menulis naskah, olah vokal, olah tubuh, menari, menyanyi, dan sebagainya yang mendukung keberhasilan sebuah proses kreatif pertunjukkan panggung berlangsung.

Pendiri Teater WN

Kelas Mewarna dan Melukis

Usia : TK dan SD
Jadwal : Sabtu
Pukul : 15.00
Pengajar : Dra. Irah Banuboro


Kelas Tari

Usia : Anak dan Remaja
Jadwal : Rabu
Pukul : 15.00
Pengajar : Nilam Ayu Wulansari, S.Sn


Kelas Baca Qiro'ah

Usia : Semua Umur
Jadwal : Senin
Pukul : 09.30
Pengajar : Ustad Suwandi

KONTAK

58HX+P8R, Jl. Bugisan, Dongkelan Kauman, Tirtonirmolo, Kec. Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

GALERI

Pentas Teater WN

19 Juli 2013 di Jakarta

Monolog
“ketika awan menangkap rembulan”

Yeni Eshape ikut tampil dalam mengisi acara Pesta Wirausaha 2013 yaitu sebuah ajang berkumpulnya para pebisnis dari komunitas TDA di seluruh Indonesia.Naskah monolog ini bercerita tentang kisah seorang wanita yang terpaksa menjadi TKI karena kesulitan keuangan dan sangat ingin membantu orang tuanya yang jatuh pailit dalam bisnisnya. Dunia batik yang tadinya merupakan bisnis keluarga sudah musnah, sehingga terpaksa banting stir ke dunia bisnis yang lain.Bisnis nasi Megono menjadi pilihan keluarga, sebelum akhirnya sang anak merelakan nasibnya di perantauan. Menjadi TKI sungguh sebuah pilihan yang menyakitkan baginya. Dia harus rela dihajar oleh majikannya dan rela diperlakukan seperti apa saja demi dinar yang diharapkan dapat menolong kebangkrutan bisnis orang tuanya.Semua isi rumah sudah habis dipakai untuk membayar hutang dan bisnis kuliner Nasi Megono ternyata juga tidak sukses pada akhirnya. Pilihan menjadi TKI akhirnya yang dicoba sebagai penolong keluarga.

11-12 Januari 2015

Pentas Monolog Kolase dan 7 Jendela Kaca

Pentas yang mengangkat kisah-kisah inspiratif kaum perempuan dalam memperjuangkan eksistensinya.

28 September 2014

Pentas Monolog “Tayu”

Pentas monolog berbahasa Jawa di panggung rakyat Taman Kuliner Yogyarkarta.Naskah pementasan monolog ini ditulis oleh Gati Andoko rupanya sangat terobsesi dengan dunia teater Bahasa jawa versi modern. Bukan naskah berbahasa Jawa ala pertunjukan wayang atau ketoprak, tapi bahasa Jawa yang umum dijumpai di pergaulan.Pementasan Monolog berbahasa Jawa berjudul "Tayu" ini begitu menginspirasi, sehingga beberapa kali diperankan oleh Yeni di berbagai panggung di beberapa kota seperti Jogja, Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, Aceh, juga secara online melalui kanal Youtube WN saat pandemi.

12 Desember 2018

Pentas Opera Sumringah

Pentas Opera Sumringah kali ini Teater WN berkolaborasi dengan anak-anak SMA (SMA Muhammadiyah Colombo Yogyakarta) yang tergabung dalam Teater Amerta.Pementasan opera ini diselenggarakan di PKKH UGM Yogyakarta.

5 Juni 2021

Bedah Buku Potret Pelangi Cinta

Talk show beda buku yang dikemas dalam monolog dan opera dengan mengangkat tujuh kisah dalam buku Potret Pelangi Cinta.Juga ditambah pertunjukkan Stand Up Komedi Sufi yang membuat suasana menjadi tambah hidup.Pemain yang terlibat Sita Ratu stand up Komedi Sufi PPC, Robiana opera “Sang Ratu”, Rina Chaeri monolog “Ibuku”, Anastasia monolog “Pengantin Baru”, Kayla opera “Loli Pop”, Wahyu NI monolog “3T (Taman Teman Temen)”, Hastari, monolog “Mak Lasthree” dan Kristina monolog “Rum & Rif”.

9 Januari 2022

Konser Orkestra Wanita Ngunandhika

Teater WN menggelar pemutaran film pendek berjudul Kerudung Truntum Sang Dalang di Auditorium Gedung BBPPMPV Seni dan Budaya Sleman.Acara didahului dengan konser musik orkestra mini yang dipandu oleh MC, Cita Helmy asal Surabaya dan Dewo PLO asal Yogyakarta.